Dahono-4B (v0.8 Reasoning RL & Multimodal Document Vision Edition)

Dahono-4B adalah model kecerdasan buatan berdaulat (sovereign legal AI) yang dikembangkan secara khusus untuk domain hukum, kepatuhan regulasi, dan analisis instrumen yuridis Republik Indonesia. Model ini dibangun di atas arsitektur mutakhir Qwen/Qwen3.5-4B-Base, diperkaya kapabilitas Multimodal Document Vision (inspeksi visual akta perjanjian, tanda tangan, dan bea meterai UU No. 10/2020), serta dioptimalkan melalui pelatihan Reasoning Reinforcement Learning via Group Relative Policy Optimization (GRPO) dengan 4 fungsi reward yuridis terkalibrasi.


Pembaruan Versi v0.8 (Qwen3.5-4B-Base + Multimodal Vision)

Versi v0.8 menghadirkan lompatan performa dan fungsionalitas:

  1. Migrasi Fondasi ke Qwen3.5-4B-Base (+14.75% Akurasi Doktrin): Evaluasi empiris head-to-head membuktikan model dasar Qwen3.5 melompat ke akurasi doktrinal 78.12% (dibandingkan 63.38% pada Qwen3). Karakter halusinasi percaya diri yang mengarang nomor undang-undang berhasil dipangkas secara substansial.
  2. Multimodal Document Vision Terintegrasi: Mampu memproses input visual (foto/scan dokumen) untuk memvalidasi syarat sah perjanjian (Pasal 1320 KUHPerdata), keabsahan tanda tangan para pihak, dan validitas bea meterai Rp 10.000 (UU No. 10 Tahun 2020).
  3. Ekspansi Korpus Latih Terbuka (6.271 Sampel): Menggabungkan 4.500 sampel penalaran bertahap (CoT) dari Indonesian-Legal-Reasoning-QA dan 1.771 istilah definisi yuridis positif dari Indonesian-Legal-Glossary.
  4. Kemurnian Bahasa 100% pada Blok Penalaran <think>: Mengeliminasi kebocoran bahasa Inggris (code-switching) yang sempat terjadi pada versi v0.7; seluruh alur deduksi hukum internal kini berjalan murni dalam bahasa Indonesia hukum baku.

Formulasi 4 Fungsi Reward Yuridis (GRPO)

Pelatihan GRPO (Group Relative Policy Optimization) mengevaluasi kandidat respons model menggunakan 4 fungsi objektif matematis:

1. Format Compliance Reward ($w = 1.0$)

Memastikan model konsisten memisahkan fase penalaran internal dengan teks putusan formal:

R_format = +1.0  jika tag <think> dan </think> lengkap dan panjang token pemikiran > 30 karakter
R_format = +0.3  jika tag lengkap namun elaborasi pemikiran sangat singkat (<= 30 karakter)
R_format = -1.0  jika tag <think> atau </think> tidak ditemukan

2. Language Purity Reward ($w = 1.0$)

Mempertahankan kemurnian bahasa Indonesia doktrinal:

R_purity = +1.0  jika rasio kata asing (bahasa Inggris) = 0.0% (di luar whitelist istilah hukum Latin/Belanda)
R_purity = +0.2  jika rasio kata asing < 3.0%
R_purity = -1.5  jika rasio kata asing >= 3.0%

Whitelist Doktrin: Pacta Sunt Servanda, Vernietigbaar, Van Rechtswege Nietig, Onrechtmatige Daad, Ingebrekestelling, Dwang, Dwaling, Bedrog, Curatele, Lex Specialis Derogat Legi Generali, Lex Superior Derogat Legi Inferiori.

3. Citation Precision Reward ($w = 1.5$)

Mengevaluasi presisi sitasi pasal perundang-undangan terhadap kunci rujukan (expected citations):

R_citation = +1.5  jika rasio kecocokan pasal >= 80%
R_citation = +0.5  jika rasio kecocokan pasal > 0% dan < 80%
R_citation = -0.5  jika tidak ada pasal relevan yang sesuai (halusinasi/meleset)

4. Reasoning Depth Reward ($w = 1.0$)

Mengukur kelengkapan komponen silogisme hukum pada blok pemikiran internal:

R_reasoning = S_fakta (0.25) + S_dasarhukum (0.25) + S_analisis (0.25) + S_konklusi (0.25)

Hasil Benchmark Komparatif (Base Model vs Dahono-4B v0.7 vs Dahono-4B v0.8)

Suite evaluasi standar hukum Indonesia diuji terhadap 500 sampel terverifikasi Indonesian-Legal-Reasoning-QA:

Metrik Evaluasi Yuridis Base Model (Qwen3/Qwen3.5) Dahono-4B v0.7 (GRPO) Dahono-4B v0.8 (GRPO + Vision) Peningkatan vs v0.7
Akurasi Doktrinal & Analisis 63.38% - 78.12% 84.50% 89.80% +5.30%
Presisi Sitasi Regulasi (Anti-Halusinasi) 7.00% - 9.00% 89.20% 92.40% +3.20%
Kemurnian Bahasa Indonesia 99.20% - 100.00% 92.10% 100.00% +7.90%
Kepatuhan Struktur Penalaran CoT 55.00% 94.80% 100.00% +5.20%
Inspeksi Dokumen Multimodal Tidak Didukung Tidak Didukung Didukung Penuh (Vision) Fitur Baru
Volume Dataset Latih - 4.500 sampel 6.271 sampel +1.771 istilah (+39.3%)

Perbedaan Utama Antar Versi:

  1. v0.6 (SFT Foundation): Pelatihan terarah awal (Supervised Fine-Tuning) untuk pembuatan draf hukum universal; belum memiliki pemisahan alur penalaran bertahap <think>.
  2. v0.7 (Reasoning RL GRPO): Memperkenalkan penalaran otonom Chain-of-Thought (<think>) berbasis 4 fungsi reward yuridis. Namun, proses penalaran internal masih kerap alih kode (code-switching) ke bahasa Inggris dan belum mendukung masukan dokumen visual.
  3. v0.8 (Qwen3.5 Base + Multimodal Vision): Migrasi ke fondasi mutakhir Qwen/Qwen3.5-4B-Base, pembersihan alur <think> menjadi 100% bahasa Indonesia murni, integrasi dataset glosarium perundang-undangan (total 6.271 data), serta aktivasi fitur penglihatan dokumen visual (inspeksi fisik akta, tanda tangan, dan meterai UU No. 10/2020).

Berkas Model yang Tersedia di Repositori

Nama Berkas / Folder Ukuran Branch Keterangan
dahono-4b-v0.8-q4_k_m.gguf 2.78 GB main Model kuantisasi GGUF Q4_K_M resmi v0.8 untuk Ollama & llama.cpp
model.safetensors-00001-of-00002.safetensors 5.33 GB main Bobot utama Merged FP16 (Shard 1) siap pakai vLLM / Transformers
model.safetensors-00002-of-00002.safetensors 3.99 GB main Bobot utama Merged FP16 (Shard 2) siap pakai vLLM / Transformers
lora_adapter/ ~85 MB main Bobot LoRA adapter terlatih v0.8
Dahono-4B-v0.7-Q4_K_M.gguf 2.50 GB v0.7 Arsip rilis v0.7 (Qwen3-4B + GRPO)
Dahono-4B-v0.6-Q4_K_M.gguf 2.33 GB v0.6 Arsip rilis v0.6 (Qwen3-4B + SFT)

Persyaratan Sistem & Spesifikasi Perangkat Keras

Komponen Hardware Spesifikasi Minimum (CPU Mode) Rekomendasi (GPU Accelerated) Lingkungan Produksi / Server
Prosesor (CPU) 4-Core x86_64 (Intel Core i3/i5 Gen 3+, AMD Ryzen 3) 6-Core ke atas (Intel Gen 10+, AMD Ryzen 5) 8-Core / 16-Thread (Intel Xeon / AMD EPYC)
Memori (RAM) 4 GB RAM (alokasi runtime ~2.8 GB) 8 GB s.d. 16 GB RAM 32 GB RAM DDR4/DDR5
Kartu Grafis (GPU/VRAM) Tidak mutlak (dapat berjalan murni CPU) NVIDIA GPU 4 GB VRAM (GTX 1650, RTX 3050, Apple M1/M2/M3) NVIDIA GPU >= 8 GB VRAM (RTX 3060/4060, T4, A10)
Penyimpanan (Storage) 4 GB ruang disk kosong 5 GB SSD (NVMe / SATA SSD) NVMe SSD PCIe 4.0
Sistem Operasi Windows 10/11 64-bit, Linux Ubuntu 20.04+, macOS 12+ Windows 11 64-bit / Linux Ubuntu 22.04 LTS Linux (Ubuntu Server / Debian / RHEL)

Petunjuk Penggunaan

1. Menjalankan via Ollama

Cara paling direkomendasikan untuk eksekusi lokal:

# Menjalankan model resmi v0.8 langsung dari Hugging Face Hub
ollama run hf.co/DahonoLabs/Dahono-4B

2. Menjalankan via Transformers (Model FP16 Safetensors Penuh)

from transformers import AutoModelForCausalLM, AutoTokenizer
import torch

model_id = "DahonoLabs/Dahono-4B"

tokenizer = AutoTokenizer.from_pretrained(model_id)
model = AutoModelForCausalLM.from_pretrained(
    model_id,
    torch_dtype=torch.float16,
    device_map="auto"
)

prompt = "Apakah perjanjian yang dibuat di bawah ancaman kekerasan sah menurut KUHPerdata?"
messages = [{"role": "user", "content": prompt}]
text = tokenizer.apply_chat_template(messages, tokenize=False, add_generation_prompt=True)

inputs = tokenizer([text], return_tensors="pt").to(model.device)
outputs = model.generate(**inputs, max_new_tokens=2048, temperature=0.1)
print(tokenizer.decode(outputs[0], skip_special_tokens=True))

3. Menjalankan via Python (llama-cpp-python)

from llama_cpp import Llama

llm = Llama.from_pretrained(
    repo_id="DahonoLabs/Dahono-4B",
    filename="dahono-4b-v0.8-q4_k_m.gguf",
    n_ctx=8192,
    n_gpu_layers=-1,
    verbose=False
)

prompt = "Jelaskan perbedaan mendasar antara Wanprestasi (Pasal 1243 KUHPerdata) dan Perbuatan Melawan Hukum (Pasal 1365 KUHPerdata)!"
formatted_input = f"<|im_start|>user\n{prompt}<|im_end|>\n<|im_start|>assistant\n"

output = llm(
    formatted_input,
    max_tokens=2048,
    temperature=0.1,
    top_p=0.85,
    repeat_penalty=1.15,
    stop=["<|im_end|>", "<|im_start|>"]
)
print(output["choices"][0]["text"])

Integrasi RAG Regulasi Nasional (227.000+ Chunks)

Dahono-4B dirancang bekerja sinergis dengan sistem Retrieval-Augmented Generation (RAG) regulasi perundang-undangan Dahono Labs:

import requests

RAG_ENDPOINT = "https://gateway.dahono.com/v1/rag/search"

pertanyaan = "Apakah pekerja kontrak PKWT boleh disyaratkan masa percobaan kerja?"
payload = {
    "query": pertanyaan,
    "limit": 2
}

headers = {
    "Content-Type": "application/json",
    "Referer": "https://huggingface.co/DahonoLabs/Dahono-4B"
}
response = requests.post(RAG_ENDPOINT, json=payload, headers=headers)
rag_data = response.json()

konteks_pasal = ""
for reg in rag_data.get("results", []):
    judul = reg.get("judul") or reg.get("slug")
    for chunk in reg.get("matchingChunks", []):
        pasal = chunk.get("pasalNumber") or "Pasal Terkait"
        teks = chunk.get("text", "").strip()
        konteks_pasal += f"[{judul} - {pasal}]\n{teks}\n\n"

prompt = f"""<|im_start|>user
Konteks Regulasi:
{konteks_pasal}

Pertanyaan:
{pertanyaan}<|im_end|>
<|im_start|>assistant
"""
print(prompt)

Proteksi Rate Limit & Akses API Key Resmi

Endpoint demonstrasi publik dilindungi oleh kebijakan Rate Limiting sebesar 5 request per menit per alamat IP.


Batasan Penggunaan, Etika, & Mitigasi Risiko

Batasan Penggunaan yang Ditujukan (Intended Use)

  • Akselerasi penelitian dan telaah dokumen hukum positif Republik Indonesia.
  • Pemeriksaan awal klausul kepatuhan regulasi (regulatory compliance pre-check).
  • Bantuan perumusan draf awal instrumen hukum (surat somasi, perjanjian kerja sama, korespondensi formal advokat).
  • Alat bantu pembelajaran hukum (educational tool) bagi akademisi dan praktisi.

Penggunaan di Luar Cakupan (Out-of-Scope & Prohibited Use)

  • Dilarang digunakan sebagai pengganti representasi advokat atau konsultan hukum berizin di pengadilan.
  • Dilarang digunakan untuk memproduksi dokumen peradilan palsu atau rekayasa alat bukti.
  • Dilarang mengambil keputusan peradilan berdampak tinggi (high-stakes judicial decisions) secara otomatis tanpa verifikasi langsung oleh praktisi hukum (Human-in-the-Loop).

Visi, Misi, dan Profil Pengembang

Tentang Dahono Labs

Dahono Labs (https://labs.dahono.com) merupakan inisiatif riset dan platform Applied Legal AI yang dikembangkan oleh PT Dahono Consulting Agency (https://dahono.com), beroperasi di Surabaya dan Jakarta, Indonesia. Dahono Labs berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan terapan untuk memfasilitasi kepatuhan hukum (regulatory compliance), audit risiko klausul kontrak, dan otomatisasi tata kelola organisasi.

Inisiatif ini didirikan dan dipimpin oleh Armiko Dahono (Founder & Head of AI) bersama tim pengembang Dahono Labs di bawah naungan PT Dahono Consulting Agency. Menggabungkan latar belakang pendidikan ilmu hukum dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta keahlian profesional dalam hukum positif Indonesia, kepatuhan regulasi korporat, pelindungan data pribadi (UU No. 27/2022), keamanan informasi, dan tata kelola AI (AI Governance).

Visi Utama

"Intelijen Hukum Indonesia yang Dapat Diakses Semua Orang."

Misi Fundamental

  1. Demokratisasi Akses Kepatuhan Hukum: Membuka akses bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), startup, kreator digital, dan profesional agar dapat memahami hak, kewajiban, dan mitigasi risiko kontrak secara mandiri.
  2. Kemandirian Infrastruktur AI Indonesia: Membangun ekosistem model AI berbahasa Indonesia dengan spesialisasi yuridis yang akurat dan berakar pada sistem hukum nasional.
  3. Integritas dan Etika AI Yuridis: Mengedepankan ketepatan dasar hukum berbasis data perundang-undangan resmi, objektivitas penalaran, dan pelindungan privasi data pengguna.

Pernyataan Lisensi & Atribusi (Notice)

Dahono-4B didistribusikan di bawah lisensi Apache License 2.0.

Model ini dibangun melalui adaptasi dan fine-tuning terhadap model dasar Qwen3.5-4B-Base yang dikembangkan oleh tim Alibaba Cloud / Qwen. Penggunaan model ini tunduk pada ketentuan lisensi Apache 2.0:


Disclaimer Yuridis

Dahono-4B dikembangkan sebagai instrumen akselerasi riset hukum, edukasi regulasi, analisis kepatuhan awal, dan penyusunan draf yuridis. Seluruh keluaran model bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat hukum formal (formal legal advice), serta tidak menggantikan representasi advokat atau konsultan hukum berizin.


Sitasi

@misc{dahono2026dahono4b,
  title={Dahono-4B: Sovereign Indonesian Legal Foundation Large Language Model},
  author={Armiko Dahono and Dahono Labs Team},
  year={2026},
  publisher={Hugging Face},
  howpublished={\url{https://huggingface.co/DahonoLabs/Dahono-4B}}
}
Downloads last month
1,190
Safetensors
Model size
5B params
Tensor type
BF16
·
F32
·
Inference Providers NEW
This model isn't deployed by any Inference Provider. 🙋 Ask for provider support

Model tree for DahonoLabs/Dahono-4B

Finetuned
(152)
this model

Space using DahonoLabs/Dahono-4B 1

Evaluation results

  • Composite Legal Score on LegalBench-ID (Indonesian Sovereign Legal Benchmark Suite)
    self-reported
    93.400
  • Doctrinal Legal Reasoning & Analysis on LegalBench-ID (Indonesian Sovereign Legal Benchmark Suite)
    self-reported
    89.800
  • Citation Precision (Anti-Hallucination) on LegalBench-ID (Indonesian Sovereign Legal Benchmark Suite)
    self-reported
    92.400
  • Indonesian Language Purity on LegalBench-ID (Indonesian Sovereign Legal Benchmark Suite)
    self-reported
    100.000
  • CoT Reasoning Structural Compliance on LegalBench-ID (Indonesian Sovereign Legal Benchmark Suite)
    self-reported
    100.000
  • Multimodal Document Inspection Accuracy on LegalBench-ID (Indonesian Sovereign Legal Benchmark Suite)
    self-reported
    85.000