Instructions to use INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 with libraries, inference providers, notebooks, and local apps. Follow these links to get started.
- Notebooks
- Google Colab
- Kaggle
- Local Apps Settings
- llama.cpp
How to use INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 with llama.cpp:
Install (macOS, Linux)
curl -LsSf https://llama.app/install.sh | sh # Start a local OpenAI-compatible server with a web UI: llama serve -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 # Run inference directly in the terminal: llama cli -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
Install from WinGet (Windows)
winget install llama.cpp # Start a local OpenAI-compatible server with a web UI: llama serve -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 # Run inference directly in the terminal: llama cli -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
Use pre-built binary
# Download pre-built binary from: # https://github.com/ggerganov/llama.cpp/releases # Start a local OpenAI-compatible server with a web UI: ./llama-server -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 # Run inference directly in the terminal: ./llama-cli -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
Build from source code
git clone https://github.com/ggerganov/llama.cpp.git cd llama.cpp cmake -B build cmake --build build -j --target llama-server llama-cli # Start a local OpenAI-compatible server with a web UI: ./build/bin/llama-server -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 # Run inference directly in the terminal: ./build/bin/llama-cli -hf INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
Use Docker
docker model run hf.co/INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
- LM Studio
- Jan
- Ollama
How to use INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 with Ollama:
ollama run hf.co/INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
- Unsloth Desktop
- Docker Model Runner
How to use INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 with Docker Model Runner:
docker model run hf.co/INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
- Lemonade
How to use INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6 with Lemonade:
Pull the model
# Download Lemonade from https://lemonade-server.ai/ lemonade pull INTISARI/intisari-indonesian-chat-v6
Run and chat with the model
lemonade run user.intisari-indonesian-chat-v6-{{QUANT_TAG}}List all available models
lemonade list
- Atomic Chat
INTISARI-CHAT-V6
INTISARI-CHAT-V6 adalah eksperimen conversational language model Bahasa Indonesia berukuran ~65M parameter. Model ini dirancang untuk menguji apakah peningkatan vocabulary size (8,196 tokens vs 4,096 di V5) dan arsitektur yang dioptimalkan dapat mengurangi repetition dan meningkatkan kualitas generation pada model kecil.
Secara spesifik, eksperimen ini mencari jawaban atas pertanyaan:
Bisakah model ~65M dengan vocabulary conversational yang lebih kaya menghasilkan respons yang lebih natural tanpa repetition dan degeneration?
Berbeda dari V5 yang masih mengalami repetition 2-gram sebesar 9.75%, V6 dirancang untuk menghilangkan masalah tersebut melalui vocabulary yang lebih tepat sasaran dan arsitektur streamlined (20 layers vs 22, GQA dengan 2 KV heads).
Demo
Coba model secara langsung:
Statistik Singkat
| Parameters | ~65M |
| Training Samples | 64,277 |
| Context Length | 512 tokens |
| Epochs | 3 |
| Validation Loss | 0.865 |
| Validation Perplexity | 2.37 |
| Validation Accuracy | 81.4% |
Arsitektur Model
vocab_size: 8196
n_layers: 20
hidden_dim: 512
n_heads: 8
n_kv_heads: 2
ffn_dim: 1408
context_length: 512
activation: swiglu
tie_embeddings: true
Model menggunakan arsitektur Transformer decoder dengan Grouped Query Attention (8 query heads, 2 KV heads) dan SwiGLU activation.
Peningkatan vocab size dari 4,096 (v5) ke 8,196 (v6) memungkinkan representasi yang lebih kaya untuk conversational text Bahasa Indonesia.
Training
Model dilatih dari scratch menggunakan Flatbuild pada 64,277 training samples selama 3 epoch (~11,448 steps).
Setelah 3 epoch, model mencapai validation perplexity 2.37 dengan token-level accuracy 81.4%.
| Metric | Final (Epoch 3) |
|---|---|
| Val Loss | 0.865 |
| Val PPL | 2.37 |
| Val Accuracy | 81.4% |
Perbandingan token-level metrics dengan V5:
| V5 | V6 | |
|---|---|---|
| Vocab Size | 4,106 | 8,196 |
| Val Loss | 0.462 | 0.865 |
| Val PPL | 1.59 | 2.37 |
| Val Accuracy | 91.9% | 81.4% |
Validation accuracy V6 "lebih rendah" karena vocabulary yang lebih besar membuat task prediction token secara alami lebih sulit (lebih banyak candidate tokens). Metric token-level tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas generation โ evaluasi generation menunjukkan bahwa V6 secara signifikan lebih baik dalam repetition dan diversity.
Evaluasi Generation
Model dievaluasi menggunakan 50 prompt dari berbagai kategori percakapan Bahasa Indonesia, mencakup single-turn dan multi-turn.
Generation menggunakan sampling:
temperature: 0.7
top_k: 50
top_p: 0.95
max_new_tokens: 80
seed: 42
Kategori evaluasi mencakup: greeting, small talk, food, work, travel, hobby, health, opinion, question, confusion, agreement, disagreement, casual conversation, dan multi-turn dialogue.
Generation Metrics
| Metric | Result |
|---|---|
| Prompt Count | 50 |
| Average Generated Tokens | 15.20 |
| Median Generated Tokens | 13 |
| Min Tokens | 6 |
| Max Tokens | 33 |
| EOS Rate | 100% |
| Max Token Rate | 0% |
| Repetition 2-gram | 1.54% |
| Repetition 3-gram | 0.17% |
| Distinct-2 | 99.23% |
| Distinct-3 | 99.92% |
| Degeneration Rate | 0% |
| Average Topic Overlap | 37.40% |
| Topic Drift Rate | 42% |
Perbandingan dengan V5:
| Metric | V5 | V6 |
|---|---|---|
| Avg Tokens | 12.93 | 15.20 |
| EOS Rate | 0% | 100% |
| Rep 2-gram | 9.75% | 1.54% |
| Rep 3-gram | 4.18% | 0.17% |
| Distinct-2 | 78.95% | 99.23% |
| Distinct-3 | 93.96% | 99.92% |
| Degeneration | 0% | 0% |
| Topic Overlap | 22.42% | 37.40% |
| Topic Drift | 25% | 42% |
V6 menunjukkan peningkatan signifikan dalam repetition dan diversity. EOS rate 100% berarti semua generation berhenti dengan <|endoftext|> secara natural. Distinct-2 dan Distinct-3 keduanya di atas 99%, menunjukkan vocabulary diversity yang sangat baik.
Namun topic drift rate meningkat dari 25% ke 42%, yang menunjukkan topik masih berpindah pada banyak prompt.
Multi-turn vs Single-turn
| Single-turn | Multi-turn | |
|---|---|---|
| Topic Overlap | 0.319 | 0.429 |
Multi-turn conversation memiliki topic overlap yang lebih tinggi, menunjukkan model lebih baik dalam mempertahankan topik pada percakapan berkelanjutan.
Observasi
Yang Sudah Berhasil
- repetition sudah sangat terkendali (1.54% 2-gram, 0.17% 3-gram)
- EOS rate 100% โ semua generation berhenti secara natural tanpa reaching max token
- vocabulary diversity sangat tinggi (99.23% distinct-2, 99.92% distinct-3)
- degeneration rate 0% pada 50 prompt
- multi-turn conversation sudah menunjukkan topic adherence yang lebih baik
- pola conversational casual sudah terbentuk dengan vocabulary yang lebih kaya
- model mampu membedakan gaya informal (
gue,lo) dan semi-formal (aku,kamu) - beberapa respons menunjukkan engagement yang natural dengan pertanyaan balik
- model mampu merespons konteks spesifik dengan lebih baik (misal: interview, skripsi, LDR)
Yang Masih Menjadi Masalah
- topic drift masih terjadi pada 42% prompt
- beberapa respons masih generic/boilerplate (
oke.. lebih detail dong.) - model cenderung mengembalikan pola yang mirip dengan training data tanpa always answering the actual intent
- beberapa multi-turn masih kehilangan konteks dari turn sebelumnya
- semantic consistency belum stabil โ kadang respons tidak menjawab pertanyaan dengan tepat
- model masih menghasilkan kalimat yang slightly malformed pada beberapa kasus
- persona/style belum sepenuhnya konsisten antara percakapan
Contoh Evaluasi
Single-turn: Greeting
Prompt
<|user|>
Gue mau kuliah.
<|assistant|>
Output
Oh, lo mau ujian?
Respons sederhana yang sesuai dengan konteks.
Single-turn: Contextual Response
Prompt
<|user|>
gue besok ada interview nih.
<|assistant|>
Output
oh seru! posisi apa?
Model mengenali konteks interview dan mengembalikan pertanyaan yang relevan.
Single-turn: Emotional Engagement
Prompt
<|user|>
gue baru dapat diagnosa kecemasan.
<|assistant|>
Output
wah, gue dukung lo ya. mau cerita lebih lanjut?
Respons menunjukkan empati dan ajakan untuk melanjutkan percakapan.
Single-turn: Knowledge Topic
Prompt
<|user|>
gue mau mulai freelance desain.
<|assistant|>
Output
desain yang mana? graphic, UI, atau 3D?
Model mampu mem-follow up dengan pertanyaan clarifying yang spesifik.
Multi-turn: Maintaining Context
Prompt
<|user|>
gue semester ini IPK gue turun.
<|assistant|>
turun banyak nggak?
<|user|>
dari 3.8 ke 3.4 sih.
<|assistant|>
turun 0.4 itu signifikan. lo lagi banyak beban?
<|user|>
gue juga kerja part-time.
<|assistant|>
Output
oh, kalau gitu manage waktu itu penting. lo udah coba atur schedule?
Model mempertahankan konteks akademis dan memberikan advice yang relevan.
Multi-turn: Role Switch
Prompt
<|user|>
gue dapet promosi nih.
<|assistant|>
seru! posisi apa sekarang?
<|user|>
eh btw, hari ini panas banget ya.
<|assistant|>
Output
panas sih emang.
Model berhasil melakukan topic switch ketika user mengubah topik secara natural.
Contoh Failure Cases
Topic Drift
Prompt
<|user|>
gue harus pilih yang mana?
<|assistant|>
Output
lo maksud yang mana?. konteksnya apa dulu?
Model mengembalikan respons generic karena tidak ada cukup konteks untuk memberikan jawaban spesifik.
Semantic Inconsistency
Prompt
<|user|>
gue kurang setuju soal diet keto efektif.
<|assistant|>
Output
gue kurang setuju sih..
Model meng-echo opini tanpa memberikan perspective atau elaboration.
Generic Response
Prompt
<|user|>
gue suka design nih.
<|assistant|>
Output
oke.. lebih detail dong.
Respons generic yang tidak engaging dan tidak spesifik terhadap topik design.
Base Model dan Conversational Training
INTISARI-CHAT-V6 tetap merupakan model language modeling berukuran kecil yang belajar melalui objective causal language modeling / next-token prediction.
Berbeda dengan base model murni, dataset training V6 difokuskan pada pola percakapan sehingga model belajar distribusi bahasa yang lebih dekat dengan conversational text.
Tujuan eksperimen ini bukan untuk membangun chatbot yang memiliki pengetahuan luas, tetapi untuk menguji seberapa jauh model kecil dapat mempelajari:
- pola dialog
- turn-taking
- respons pendek
- informal Indonesian
- vocabulary conversational
- question-answer patterns
- agreement/disagreement
- emotional responses
- social interaction
- conversational closing
- multi-turn coherence
- contextual follow-up
Keterbatasan
- hanya sekitar 65M parameter
- vocabulary 8,196 tokens
- context length hanya 512 tokens
- training dataset berfokus pada percakapan dasar
- factual knowledge sangat terbatas
- topic drift masih terjadi pada 42% prompt
- semantic consistency belum stabil
- beberapa respons masih generic
- malformed text masih dapat muncul pada edge cases
- belum dioptimalkan untuk reasoning
- belum ditujukan untuk knowledge-intensive tasks
- belum dapat dianggap sebagai chatbot production-ready
Apa yang Ditunjukkan Eksperimen Ini
Eksperimen INTISARI-CHAT-V6 berfokus pada eksplorasi kualitas conversational dengan vocabulary yang lebih kaya (8,196 vs 4,096) dan arsitektur streamlined (~65M, 20 layers vs ~66M, 22 layers).
Hasil utama:
- Repetition sangat terkendali: 1.54% 2-gram (vs 9.75% di V5)
- EOS rate 100%: semua generation berhenti natural
- Vocabulary diversity sangat tinggi: 99.23% distinct-2
- Degeneration rate 0%: tidak ada looping
- Topic overlap meningkat: 37.40% (vs 22.42% di V5)
- Tapi topic drift naik: 42% (vs 25% di V5)
- Validation accuracy turun: 81.4% (vs 91.9% di V5) โ karena vocabulary lebih besar
Hal yang penting dari eksperimen ini:
- Vocabulary size berpengaruh besar pada repetition dan diversity
- Akurasi token bukan satu-satunya indicator kualitas conversational
- Topic adherence belum berkorelasi langsung dengan metric lain
- Model yang lebih besar belum tentu menghasilkan percakapan yang lebih baik โ trade-off antara memorization dan generalization
- Multi-turn coherence sudah mulai terbentuk tapi masih butuh improvement
Perbandingan V5 vs V6
| V5 | V6 | |
|---|---|---|
| Parameters | ~66.2M | ~65M |
| Vocab Size | 4,106 | 8,196 |
| Context Length | 512 | 512 |
| Epochs | 4 | 3 |
| Training Samples | 64,284 | 64,277 |
| Val Loss | 0.462 | 0.865 |
| Val PPL | 1.59 | 2.37 |
| Val Accuracy | 91.9% | 81.4% |
| Gen Metrics | ||
| Avg Tokens | 12.93 | 15.20 |
| EOS Rate | 0% | 100% |
| Rep 2-gram | 9.75% | 1.54% |
| Rep 3-gram | 4.18% | 0.17% |
| Distinct-2 | 78.95% | 99.23% |
| Distinct-3 | 93.96% | 99.92% |
| Degeneration | 0% | 0% |
| Topic Overlap | 22.42% | 37.40% |
| Topic Drift | 25% | 42% |
Penggunaan
flatbuild generate outputs/intisari-chat-v6/.../checkpoints/final \
--prompt "<|user|>\nHalo\n<|assistant|>\n" \
--max-new 80 \
--temperature 0.7
Model menggunakan conversational format:
<|user|>
Pesan user
<|assistant|>
Respons assistant
Dataset
Model dilatih menggunakan 64,277 training samples yang berfokus pada percakapan Bahasa Indonesia.
Dataset mencakup:
- greeting
- small talk
- food & drink
- work & career
- weekend & hobby
- travel
- health & emotions
- opinions
- questions
- requests
- agreement / disagreement
- uncertainty
- social interaction
- family
- closing
Dataset dirancang untuk mencakup pola single-turn dan multi-turn conversation.
Roadmap Eksperimen
Eksperimen berikutnya dapat difokuskan pada:
- memperbaiki topic adherence untuk mengurangi topic drift
- meningkatkan specificity dalam responses (mengurangi generic responses)
- menguji model dengan context length lebih besar
- mengevaluasi effect dari curriculum learning / varied epoch counts
- menguji multi-turn conversation consistency
- memperbaiki persona/style consistency
- menguji model dengan larger hidden dimension atau fewer layers
- exploring knowledge retrieval dari training data
Lisensi
Apache 2.0
Dilatih dari scratch menggunakan Flatbuild.
- Downloads last month
- 159
We're not able to determine the quantization variants.


