Document ID: /fineweb-2-swissfilter-quality_10-filterrobots/filtered/06779.jsonl.gz/2

Sidang Raya World Communion of Reformed Churches yang akan datang akan mengumpulkan ratusan delegasi yang bersama-sama mempertimbangkan kehendak Tuhan melalui Firman-Nya untuk menetapkan arah pekerjaan WCRC di masa depan dan memilih kepemimpinan yang baru. Sidang Raya ini akan diadakan di Leipzig, Jerman, 29 Juni hingga to 7 Juli 2017.
Tema Sidang Raya ini — Allah yang Hidup, Perbarui dan Transformasikan Kami — bukan hanya menggambarkan tradisi WCRC namun memusatkan persidangan kepada Allah yang Hidup dan menantang para peserta untuk memperbarui diri mereka sendiri serta gereja mereka agar dunia dapat ditransformasikan.
“Tema ini berbentuk sebuah doa kepada Tuhan yang hidup dan berkuasa di tengah dunia, untuk membuat kita semakin serupa dengan Yesus,” kata Jerry Pillay, Presiden WCRC. “Ini adalah sebuah doa agar Tuhan membuat kita menjadi seperti apa yang dikehendaki-Nya, dan agar Tuhan menggunakan kita untuk mengubah dunia sehingga dunia dapat menunjukkan kehadiran dan kekuasaan Tuhan yang memberi keadilan, damai sejahtera, kasih, dan kelimpahan dalam kehidupan semua makhluk.”
WCRC telah mengumpulkan teolog, guru, dan pemimpin-pemimpin yang berpengaruh untuk membantu semua gereja anggota maupun jemaat-jemaat untuk ikut terlibat dalam dinamika persidangan melalui pembahasan tema Sidang Raya. Hasilnya adalah Berdoa dan Bersiap, sebuah buklet yang berisi bahan pendalaman Alkitab, esai-esai teologis, konfesional dan kontekstual, serta bahan-bahan liturgi.
“Tujuan dari refleksi kritis ini adalah untuk dapat bergerak maju di dalam iman dalam menanggapi Allah Kehidupan,” kata Chris Ferguson, Sekretaris Umum WCRC, dalam pendahuluan buklet ini.
“Peringatan Reformasi bagi kita bukan sekedar nostalgia teologis. Peringatan ini menempatkan Reformasi di masa sekarang,” lanjut Ferguson. “Ini berarti bukan hanya sekarang dan di sini, melainkan membawa tradisi, teologi, dan pengakuan iman Reformed ke masa kini — ke tengah ketegangan, konflik, kekerasan, penderitaan, keindahan, kekaguman dan pengharapan momen historis ini.”
Berdoa dan Bersiap tersedia dalam enam bahasa: